KITAB QAWAID FIQHIYYAH PDF

Bisa juga diartikan sebagai dasar sesuatu atau fondasinya pokoknya. Bukhari Muslim. Maka Al Qawaid al Fiqhiyyah kaidah-kaidah fiqih secara etimologi adalah dasar-dasar atau asas-asas yang berkaitan dengan masalah-masalah atau jenis-jenis fiqih. Sedangkan Al Qawaid al Fiqhiyyah secara terminologi adalah kaidah-kaidah yang disimpulkan secara general dari materi fiqih dan kemudian digunakan pula untuk menentukan hukum dari kasus-kasus baru yang timbul, yang tidak jelas hukumnya didalam nash. Macam-Macam Al Qawaid al fiqhiyyah. Tujuan utama disyariatkan niat adalah untuk membedakan antara perbuatan-perbuatan ibadah dengan perbuatan adat dan untuk menentukan tingkat ibadah satu sama lain.

Author:Yokazahn Babei
Country:Suriname
Language:English (Spanish)
Genre:Health and Food
Published (Last):18 January 2005
Pages:93
PDF File Size:14.81 Mb
ePub File Size:15.18 Mb
ISBN:149-9-94123-379-1
Downloads:92592
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Zulular



Untuk menetapkan sumber-sumber hukum Islam ini, selain para ulama berbeda pendapat, mereka para ulama juga berbeda pendapat dalam menetapkan Qawaid-Qawaidnya. Rumusan Masalah 1. Tujuan Penulisan 1. Defenisi Qawaid Fiqhiyyah Dalam pengertian ini ada dua kata yang perlu kami jelaskan terlebih dahulu, yaitu qawaid dan fiqhiyah. Perkembangan Qawaid Fiqhiyyah Masa pertumbuhan dan pembentukan berlangsung selama beberapa abad lebih dimulai dari zaman kerasulan abad ketiga hijrah.

Hadis-hadis tersebut dapat menampung masalah-masalah fikih yang sangat banyak jumlahnya. Contohnya adalah Muhammad bin al-Hasan al-Syaibani w. Kondisi seperti inilah yang mendorong fuqaha Hanafiah untuk membuat kaidah dan dhabit. Karya-karya ini menunjukan bahwa qawaid fiqhiyah mengalami perkembangan yang pesat pada abad ke-7 H. Qawaid fiqhiyah pada abad ini nampak tertutup namun sedikit demi sedikit mulai meluas.

Di antara karya-karya besar yang muncul dalam abad ini adalah: a. Kitab al-Asybah wa al-Nazhair karya al-Isnawi w. Kaidah Fiqih dalam Empat Mazhab Para fuqaha empat madzhab Hanafi, Maliki, Syafii, Hambali sepakat bahwa kaidah fiqih dapat dijadikan sebagai hujjah dalil sumber hukum Islam dan dapat diaplikasikan terhasap masalah-masalah kontemporer.

Namun ketika al-qawaaid al-fiqhiyyah tanpa didukung dengan kedua sumber utama tersebut, maka para ulama tidak sepakat menjadikannya sebagai sumber hukum Islam. Dalam konteks pertama, maka sejarah mana peranannya dalam fatwa dan penetapan hukum dalam peradilan qadha.

Mazhab Hanafi Dalam madzhab Hanafi tidak terdapat konsensus di antara mereka mengenai kebolehannya berfatwa atau berhujjah dengan menggunakan qaidah aghlabiyyah universal. Dengan demikian kaidah fiqh dapat dijadikan sebagai sumber hukum Islam. Setiap putusan hukum yang bertentangan dengan dalil serta kaidah yang disepakati oleh para ulama, maka putusannya batal. Imam Al-Suyuti Al-Syafii menjelaskan bahwa ilmu al-Ashbah wa al Nadzair adalah ilmu yang agung dapat menyingkap hakikat, dasar-dasar dan rahasia fiqh, dapat mempertajam analisis fiqh serta memberikan kemampuan untuk mengindentifikasi berbagai persoalan yang tak terhingga banyaknya sepanjang masa depan cara al-ilhaq dan al-takhrij.

Dengan demikian kaidah dapat dijadikan sebagai hujjah atau sumber hukum. Al-Zarkasyi lebih jauh mengemukakan bahwa kaidah fiqh dapat menjadi semacam instrumen seorang pakar hukum dalam mengindentifikasi ushul al-madzhab dan dalam mengyingkap dasar-dasar fiqh. Mazhab Hambali Madzhab Hambali menetapkan kaidah fiqh pada posisinya yang istimewa. Hal ini dapat dijadikan dari pendapat beberapa tokoh madzhab Hambali yang sekaligus dapat dijadikan parameter dalam mengkaji ke-hujjah-an kaidah fiqh dalam istinbath hukum seperti Ibnu Taimiyyah dalam kitabnya al-qawaid al-nuraiyyah.

Mereka semua menjadikan kaidah fiqh sebagai hujjah atau dalil dalam istinbah sebuah hukum terutama dalam kasus-kasus yang itdak dijelaskan oleh nash. Akan tetapi ada indikasi yang menunjukkan bahwa mereka mendahulukan hadits lemah dari para kaidah.

Kaidah-kaidah yang dapat diambil dari Kaidah Pokok 1. Kaidah yang berkenaan dengan niat Suatu perbuatan dipandang baik atau dipandang buruk berdasarkan niatnya si pelaku, maka tentulah tidak dipahalai sesuatu perbuatan, terkecuali apabila diniatkan kebajikan.

Mengenai sahnya amal, maka sudah terang bahwasanya niat itu sarat sahnya perbuatan seperti shalat dan puasa walaupun mengenai wudhu diperselisihkan. Kaidah yang Berkenaan dengan Keyakinan a. Dalam menentukan keyakinan mengenai Halal dan Haram para mazhab berpendapat bahwa: b. Jadi, kita tidak boleh menggunakannya sebelum ada izin dari Allah.

Kaidah al-Dharor.

ENGDAHL FULL SPECTRUM DOMINANCE PDF

Sejarah Qawaid Fiqhiyyah

Kadang hidup sering merasa was-was, maka harus pandai berkaca cermin. Pengenalan Alhamdulillah, bersyukur ke hadrat Allah subhanahu wa taala kerana telah memberi peluang kepada kami ruang dan masa untuk kami menyiapkan tugasan kami pada kali ini. Kaedah fekah iaitu kaedah-kaaedah yang bersifat umum, yang mengelompokkan masalah-masalah fekah secara terperinci menjadi beberapa kelompok, juga merupakan pedoman yang memudahkan penyimpulan hukum bagi suatu masalah, iaitu dengan cara menggolongkan masalah-masalah yang serupa dibawah satu kaedah. Berhubung hukum feqah lapangannya luas, meliputi berbagai peraturan dalam kehidupan yang menyangkut hubungan manusia dengan Tuhannya, dan hubungan manusia dengan sesama manusia. Ia berlaku setelah kewafatan Nabi dan segala hukum tidak ada pembatalan lagi. Tetapi ia memerlukan jalan-jalan hukum yang berbentuk fleksibel untuk membuka peluang manusia menggunakan akal yang berpandukan nas dalam berijtihad.

EPOS 2012 RHINOSINUSITIS PDF

Macage Kelih Gpo rated it did not like it Oct 25, Help Center Find new research papers in: The result qawsid this research shows that these legal maxims ifqhiyyah be used in classifying any kind of imitation practices of Muslims to non-Muslims in Malaysia whether it is permissible or prohibited to be practiced by Muslims. If there is maslahah on religion: Qawaid Fiqhiyyah or known as legal maxims in our language are one of the methods to determine hukm jurisprudence in fiqh discipline. Bagi yang ingin memahami lebih lanjut tentang berbagai kaedah ini biasanya harus merujuk pada kitab-kitab fikih yang terkenal. Then We put you, [O Muhammad], on an ordained way concerning the matter [of religion]; so follow it and do not follow the inclinations of those who do not know. Someone who imitatate tasyabbuh will be judge as kufr if his or her action are like kufr action such as worship to other than Allah SWT.

Related Articles