JURNAL DAYA HANTAR LISTRIK PDF

Dasar Teori 1. Ikatan Ikatan kimia adalah sebuah proses fisika yang bertanggung jawab dalam interaksi gaya tarik menarik antara dua atom atau molekul yang menyebabkan suatu senyawa diatomik atau poliatomik menjadi stabil. Penjelasan mengenai gaya tarik menarik ini sangatlah rumit dan dijelaskan oleh elektrodinamika kuantum. Dalam prakteknya, para kimiawan biasanya bergantung pada teori kuantum atau penjelasan kualitatif yang kurang kaku namun lebih mudah untuk dijelaskan dalam menjelaskan ikatan kimia. Secara umum, ikatan kimia yang kuat diasosiasikan dengan transfer elektron antara dua atom yang berpartisipasi.

Author:Gugal Tezilkree
Country:Sierra Leone
Language:English (Spanish)
Genre:Software
Published (Last):21 January 2014
Pages:350
PDF File Size:5.77 Mb
ePub File Size:11.3 Mb
ISBN:467-5-27465-985-9
Downloads:87807
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Malalkree



Perhitungan mencari L Daya hantar listrik Percobaan dilakukan sebanyak 3 kali dengan V dan I yang berbeda-beda. Dengan cara yang sama, dapat ditentukan juga masing-masing daya hantar larutan dari tiap larutan. Jadi Perhitungan ini untuk larutan NaCl yang diuji. Percobaan pertama pada praktikum ini adalah menentukan daya hantar arus listrik dari beberapa larutan konsentrasi 1 M dengan tegangan sebesar 2 volt, 4 volt dan 6 volt.

Larutan yang diuji pertama kali adalah larutan NaCl. Pada saat larutan diberi tegangan sebesar 2 volt, didapatkan kuat arus listrik sebesar 1 x ampere dan daya hantar listrik sebesar 5 x ohm Pada saat larutan diberi tegangan sebesar 4 volt, didapatkan kuat arus listrik sebesar 2 x 10—2 ampere dan daya hantar listrik sebesar 5 x 10—3 ohm Pada saat larutan diberi tegangan sebesar 6 volt, didapatkan kuat arus listrik sebesar 55 x 10—3 ampere dan daya hantar listrik sebesar 9,17 x 10—3 ohm Larutan yang selanjutnya diuji adalah larutan BaCl2.

Pada saat larutan diberi tegangan sebesar 2 volt, didapatkan kuat arus listrik sebesar 2 x ampere dan daya hantar listrik sebesar 1 x 10—2 ohm Pada saat larutan diberi tegangan sebesar 4 volt, didapatkan kuat arus listrik sebesar 33 x ampere dan daya hantar listrik sebesar 8,25 x ohm Pada saat larutan diberi tegangan sebesar 6 volt, didapatkan kuat arus listrik sebesar 7.

Pada saat larutan diberi tegangan sebesar 2 volt, didapatkan kuat arus listrik sebesar 5 x ampere dan daya hantar listrik sebesar 2,5 x ohm Pada saat larutan diberi tegangan sebesar 4 volt, didapatkan kuat arus listrik sebesar 7 x ampere dan daya hantar listrik sebesar 1,75 x ohm Pada saat larutan diberi tegangan sebesar 6 volt, didapatkan kuat arus listrik sebesar Larutan yang selanjutnya diuji adalah larutan CuSO4.

Pada saat larutan diberi tegangan sebesar 2 volt, didapatkan kuat arus listrik sebesar 0 ampere dan daya hantar listrik sebesar 0 ohm Pada saat larutan diberi tegangan sebesar 4 volt, didapatkan kuat arus listrik sebesar 0 ampere dan daya hantar listrik sebesar 0 ohm Pada saat larutan diberi tegangan sebesar 6 volt, didapatkan kuat arus listrik sebesar 0 ampere dan daya hantar listrik sebesar 0 ohm Hal ini disebabkan karena pada NaCl dan BaCl2 terjadi perpindahan ion-ion dengan sempurna, karena keduanya terionisasi secara sempurna sehingga menghasilkan arus yang cukup besar.

Sedangkan untuk CH3COOH dan CuSO4 juga terjadi perpindahan ion-ion, tetapi hanya terionisasi sebagian sehingga menghasilkan arus listrik yang kecil, oleh karena itu disebut elektrolit lemah.

Percobaan kedua pada praktikum ini adalah menentukan menentukan pengaruh konsentrasi terhadap daya hantar listrik dengan tegangan yang sama seperti percobaan pertama, namun konsentrasi yang digunakan berbeda-beda 0,10 M, 0,25 M, 0,50 M, 1,00 M.

Larutan yang diuji pertama kali adalah larutan NaCl dengan kemolaran sebesar 0,10 M. Pada saat larutan diberi tegangan sebesar 2 volt, didapatkan kuat arus listrik sebesar 5 x 10—3 ampere dan daya hantar listrik sebesar 2,5 x ohm Pada saat larutan diberi tegangan sebesar 4 volt, didapatkan kuat arus listrik sebesar 5 x ampere dan daya hantar listrik sebesar 3,25 x ohm Pada saat larutan diberi tegangan sebesar 6 volt, didapatkan kuat arus listrik sebesar 13 x ampere dan daya hantar listrik sebesar 5,67 x ohm Pada saat larutan diberi tegangan sebesar 4 volt, didapatkan kuat arus listrik sebesar 16 x 10—3 ampere dan daya hantar listrik sebesar 4 x ohm Larutan NaCl 0,50 M diberi diberi tegangan sebesar 2 volt, didapatkan kuat arus listrik sebesar 8 x ampere dan daya hantar listrik sebesar 4 x ohm Pada saat larutan diberi tegangan sebesar 4 volt, didapatkan kuat arus listrik sebesar 2 x 10—2 ampere dan daya hantar listrik sebesar 5 x ohm Larutan NaCl 1,00 M diberi diberi tegangan sebesar 2 volt, didapatkan kuat arus listrik sebesar 1 x 10—2 ampere dan daya hantar listrik sebesar 5 x ohm Dari data yang diperoleh pada percobaan kedua dapat dikatakan bahwa semakin tinggi konsentrasi suatu larutan maka semakin besar daya hantar listriknya.

Hal ini dikarenakan semakin tinggi konsentrasi suatu larutan maka akan semakin banyak jumlah partikel yang terlarut di dalamnya.

Ketidaktelitian pada percobaan ini bisa disebabkan oleh beberapa hal diantaranya ketidaktelitian praktikan saat membaca skala pada amperemeter dan kerusakan alat pada saat praktikum berlangsung. Besarnya daya hantar listrik yang dihasilkan tergantung pada konsentrasi larutan.

Semakin tinggi konsentrasi larutan maka semakin tinggi pula daya hantar listrik yang dihasilkan. Begitupun sebaliknya. Semakin besar tegangannya V , semakin besar hambatannya R. Semakin besar hambatannya R , semakin kecil daya hantar listriknya.

Diakses 23 April Share this:.

CHARIA HEBDO PDF

Jurnal Daya Hantar Listrik

Copyright c Tivany Edwin, Rinda Andhita Regia, Fauzia Rahmi Abstract This study aims to determine the distribution of electrical conductivity and salinity values in dug well water as an indication of sea water intrusion. The study was conducted on the coastal area of Padang Barat District with 30 sample points and variation of m distance from shore to the land. Measurement of electical conductivity values is measured in the field using conductivity meter while for salinity by argentometric method to analyze chloride ions which are then converted to Knudsen Equation. The range of conductivity values is

LES MANGEUSES DE CHOCOLAT PDF

Komposisi zat terlarut dan pelarut dalam larutan ini dinyatakan dalam konsentrasi larutan, sedangkan proses pencampuran zat terlarut dan pelarut membentuk larutan disebut pelarutan atau solvasi. Contoh larutan adalah padatan yang dilarutkan dalam cairan, seperti garam atau gula dilarutkan dalam air. Tidak hanya padatan, gas juga dapat pula dilarutkan dalam cairan,contohnya saja karbon dioksida atau oksigen dalam air. Selain itu, cairan dapat pula larut dalam cairan lain, sementara gas larut dalam gas lain.

CHRISTOPHER HITCHENS DER HERR IST KEIN HIRTE PDF

Oleh karena itu, semakin banyak garam-garam terlarut yang dapat terionisasi, semakin banyak pula nilai DHL. Reaktivitas, bilangan valensi, dan kosentrasi ion-ion terlarut sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai DHL. Senyawa organic adalah penghantar listrik konduktor yang baik, sedangkan senyawa anorganik adalah penghantar listrik konduktor yang lemah. Selain itu bermacam-macam alat elektronik di sekitar kita bekerja dengan sumber energi yang berasal dari arus listrik. Seperti contohnya lemari es, penanak nasi, setrika dan masih banyak lagi. Di samping kegunaannya tersebut, listrik juga menyimpan bahaya besar. Oleh karena itu diperlukan pembekalan diri dengan pengetahuan yang cukup mengenai listrik dan sifat-sifatnya.

MADHUSUDANA SARASWATI PDF

Raya Tlogomas Malang. Fax: Malang Email: 1 webmaster unix. Website: 2 www. Agar dapat memaksimalka pemanfaatannya, produksi kedelai harus dioptimalkan, salah satu caranya ialah dengan menggunakan benih bermutu tinggi dalam kegiatan budidayanya.

Related Articles